Landasan IPTEK dan Inovasi Pendidikan

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Landasan Pendidikan
Dosen Pengampu : Arip Amin, M.Pd.

 Disusun oleh :

1.      Fety Nurhayati     NPM  P220196131
2.      Siti Hardiyanti     NPM  P220196157


PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA
STKIP YASIKA MAJALENGKA 2019/2020

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW  dan semoga kita akan selalu mendapat syafaatnnya baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Dengan pertolongan dan hidayah-Nya penulis dapat menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Landasan Pendidikan yang berjudul LANDASAN IPTEK DAN INOVASI PENDIDIKAN.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu yang telah membimbing proses perkuliahan secara apik, serta kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan bantuan dan saran atas penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, untuk itu penulis mengharapkan saran dan masukan untuk perbaikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi para pembaca.

                                                                                     Majalengka,     Nopember 2019
                                                                                     Penulis,


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penulisan
  4. Manfaat Penulisan
BAB II   KAJIAN PUSTAKA
  1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
  2. Pengertian Inovasi Pendidikan
BAB III PEMBAHASAN
  1. Landasan IPTEK
  2. Inovasi Pendidikan
BAB IV PENUTUP
  1. Kesimpulan
  2. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai kemajuan pengetahuan dan teknologi di masanya. Sering kali kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dikaitkan dengan munculnya alat-alat teknologi yang semakin canggih. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memerlukan inovasi-inovasi guna terciptanya berbagai penemuan terkait kebutuhan dunia yang memerlukan kemajuan setiap zamannya.
Diantara kata ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya berkaitan erat dengan inovasi pendidikan. Sebagai contoh dalam dunia pendidikan diperlukan adanya kemajuan-kemajuan IPTEK guna mencerdaskan kemampuan kecerdasan peserta didik supaya mencetak generasi-generasi muda yang kompeten. Dengan adanya alat-alat teknologi yang semakin canggih peserta didik mampu dengan mudah menyerap ilmu bukan hanya dari tenaga pendidik melainkan dari memanfaatkan sumber internet yang merupakan hasil dari inovasi. Dengan adanya kemajuan IPTEK juga berdampak baik pada tenaga pendidik yaitu munculnya metode-metode pengajaran baru sebagai hasil dari inovasi pendidikan.
Menurut Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak. Ilmu pengetahuan menurut Harton P.B dan Chester L.H adalah upaya pencarian pengetahuan yang dapat diuji dan diandalkan, yang dilakukan secara sistematis menurut tahap-tahap teratur dan berdasarkan prinsip-prinsip serta prosedur tertentu. Menurut Mardikanto teknologi adalah suatu perilaku produk, informasi dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.
Jadi ilmu pengetahuan dan teknologi adalah ilmu yang empiris, rasional, umum dan sistematik yang dapat diuji dan diandalkan dilakukan secara bertahap menurut prinsip-prinsip dan prosedur tertentu sehingga muncullah produk, informasi, dan praktek-praktek baru yang belum diketahui lalu diterima oleh masyarakat.
Inovasi pendidikan menurut Ibrahim adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Menurut Asrori inovasi pendidikan adalah bidang pendidikan untuk memecahkan masalah dalam pendidikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa inovasi pendidikan adalah perubahan yang dilakukan dalam pendidikan guna untuk memecahkan masalah dalam pendidikan.

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas dapat dirumuskan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
a. Apa pengertian landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi?
b. Bagaimana pengaruh Perkembangan IPTEK dalam pendidikan?
c. Pengertian Inovasi Pendidikan ?
d. Berikan Contoh dari Inovasi Pendidikan ?

3.  Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas dapat dirumuskan beberapa tujuan pembahasan sebagai berikut:
a. Mengetahui pengertian landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
b. Mengetahui tentang pengaruh Perkembangan IPTEK dalam pendidikan.
c. Untuk Mengetahui Contoh Inovasi Pendidikan.

4. Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca guna mengetahui pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era zaman modern ini untuk memecahkan masalah khususnya dalam pendidikan, maka diperlukan inovasi pendidikan yang dapat dilakukan oleh siapapun dengan memanfaatkan kemajuan IPTEK.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Menurut Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak. Ilmu pengetahuan menurut Harton P.B dan Chester L.H adalah upaya pencarian pengetahuan yang dapat diuji dan diandalkan, yang dilakukan secara sistematis menurut tahap-tahap teratur dan berdasarkan prinsip-prinsip serta prosedur tertentu. Menurut Mardikanto teknologi adalah suatu perilaku produk, informasi dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan. Jadi ilmu pengetahuan dan teknologi adalah ilmu yang empiris, rasional, umum dan sistematik yang dapat diuji dan diandalkan dilakukan secara bertahap menurut prinsip-prinsip dan prosedur tertentu sehingga muncullah produk, informasi, dan praktek-praktek baru yang belum diketahui lalu diterima oleh masyarakat.

2. Pengertian Inovasi Pendidikan
           Inovasi pendidikan menurut Ibrahim adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Menurut Asrori inovasi pendidikan adalah bidang pendidikan untuk memecahkan masalah dalam pendidikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa inovasi pendidikan adalah perubahan yang dilakukan dalam pendidikan guna untuk memecahkan masalah dalam pendidikan.
BAB III
PEMBAHASAN
1.  LANDASAN  IPTEK 
1.1 Pengertian IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)
Kata “ilmu” berasal dari bahasa Arab (‘alama) yang berarti pengetahuan. Dalam bahasa Indonesia, kata ilmu sering diidentikkan dengan sains (science) yang berarti ilmu, bahkan sering disatukan dengan kata pengetahuan, menjadi ilmu pengetahuan. Pada awalnya, manusia mencari pengetahuan berdasarkan fakta yang terlepas-lepas, tidak sistematis, dan tidak berdasarkan teori yang jelas. Sesuai dengan perkembangan kebudayaan, mulailah manusia menyusun teori tentang berbagai hal sesuai dengan fakta yang ada. Dalam perkembangannya, fakta dan teori tersebut dikembangka juga untuk memahami fenoena lain yang didukung oleh pengalaman. Akhirnya, menjadi pengetahuan logis dan sistematis. Inilah yang disebut dengan ilmu pengetahuan (science).
Sedangkan pengetahuan adalah seperangkat objek tertentu yang diketahui individu. Pengetahuan dan pengalaman akan menjadi ilmu pengetahuan jika pengetahuan itu disusun secara sistematis, menggunakan pola berpikir logis, berlandaskan prosedur kerja hukum kausalita pada masalah yang dialami itu.
Teknologi pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan (technology is application of science). Teknologi memegang peranan penting dalam kehidupan budaya manusia. Salah satu indicator kemajuan peradaban manusia dapat diukur dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Tujuannya adalah untuk menciptakan suatu kondisi yang efektif, efisien, dan sinergis terhadap pola perilaku manusia. Produk teknologi tidak selalu berbentuk fisik, seperti komputer, televisi, radio, tape recorder, video, film dan lain sebagainya, tetapi ada juga non fisik, seperti prosedur pembelajaran, sistem evaluasi, teknik mengajar dan sebagainya. Produk teknologi tersebut banyak digunakan dalam pendidikan sehingga memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap proses dan hasil pendidikan. 

1.2 Pengaruh Perkembangan IPTEK Dalam Pendidikan
Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat di tempat ia hidup. Karena itu, setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan, perkembangan, kegiatan, dan aspirasi masyarakat. Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi, yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya.
Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia, bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. Demikian pula, tidak setiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. Hanya saja, kita sering terlambat mengenal akibat-akibat perkembangan itu.
Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi cukup luas, meliputi semua aspek kehidupan, politik, ekonomi, sosial, budaya, keagamaan, etika dan estetika, bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. Pendidikan, juga mendapat pengaruh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. Pendidikan sangat erat hubungannya dengan kehidupan sosial, sebab pendidikan merupakan salah satu aspek sosial.
Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja, melainkan juga pendidikan nonformal, sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan, memperoleh keterampilan dan membentuk sikap-sikap tertentu. Kemajuan di bidang komunikasi massa juga sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Sebab media massa juga merupakan media pendidikan. Dengan kata lain, melalui media massa, dapat berlangsung proses pendidikan. Baik tayangan-tayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai, baik nilai sosial, budaya, spiritual, intelektual, maupun material. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan baru, aspirasi baru, dan sikap hidup baru. Hal-hal tersebut menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama, tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. 
Dengan demikian, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan hanya dalam bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antar manusia. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya, merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antar manusia. Di sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya, dipelajari konsep-konsep, prinsip-prinsip, kaidah-kaidah, cara-cara, dan pendekatan-pendekatan baru, untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan masyarakat, dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi, materi, atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan perkembangan masyarakat, dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan masalah dengan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan baru yang dikembangkan dalam pendidikan.

1.3 Implikasi IPTEK dalam Pengembangan Kurikulum
Pembangunan didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan keunggulan bangsa. Dukungan IPTEK terhadap pembangunan dimaksudkan untuk memacu pembangunan menuju terwujudnya masyarakat yang mandiri, maju, dan sejahtera. Di sisi lain, perkembangan IPTEK itu sendiri berlangsung semakin cepat, bersamaan dengan persaingan antar bangsa semakin meluas, sehingga diperlukan penguasaan, pemanfaatan, dan pengembangan IPTEK, yang pada gilirannya mengandung implikasi tertentu terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM), supaya memiliki kemampuan dalam penguasaan dan pemanfaatan serta pengembangan dalam bidang IPTEK.
Dalam hal ini, implikasi IPTEK dalam pengembangan kurikulum, antara lain:
  1. Pengembangan kurikulum harus dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik untuk lebih banyak menghasilkan teknologi baru sesuai dengan perkembangan zaman dan karakteristik masyarakat Indonesia.
  2. Pengembangan kurikulum harus difokuskan pada kemampuan peserta didik untuk mengenali dan merevitalisasi produk teknologi yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri.
  3. Perkembangan IPTEK berimplikasi terhadap pengembangan kurikulum yang di dalamnya mencakup pengembangan isi atau materi pendidikan, penggunaan strategi dan media pembelajaran, serta penggunaan sistem evaluasi. Ini secara tidak langsung menuntut dunia pendidikan untuk dapat  membekali  peserta didik  agar memiliki  kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi sebagai pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi. Selain itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga dimanfaatkan untuk memecahkan masalah pendidikan.

1.4 Dampak IPTEK terhadap Pengembangan Kurikulum
Dalam setiap perkembangan atau kemajuan, pasti selalu ada dampak yang timbul, baik itu dampak positif maupun negatif. Begitu juga dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak terhadap pengembangan kurikulum.
a. Dampak Positif
Pertama, Pembelajaran Jarak Jauh, masyarakat Indonesia sudah banyak memanfaatkan produk teknologi dalam pendidikan, seperti computer, internet, dan mesing hitung. Internet merupakan salah satu bentuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat membantu kehidupan manusia, terutama dalam bidang pendidikan. Dengan kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru secara langsung, tapi lewat internet misalnya, maka siswa sudah bisa mendapatkan materi tanpa harus bertemu langsung dengan guru. Ini akan mempermudah penyampaian materi serta kurikulum menjadi mudah dilaksanakan.
Kedua, Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi. Misalnya saja seperti penggunaan LCD dalam pembelajaran. Sebelum teknologi berkembang, guru cenderung menggunakan metode ceramah yang terkadang membuat siswa merasa bosan. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi, maka diciptakan media-media yang dapat membuat metode pembelajaran menjadi lebih menarik. Penyampaian materi dengan metode ceramah, yang kemudian dibantu juga dengan LCD, maka akan membuat siswa lebih memperhatikan materi pembelajaran dan tidak merasa bosan.
Ketiga, Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui Internet. Internet dapat digunakan sebagai alat yang efektif untuk memperoleh pengetahuan. Semua pengguna web dapat mencari pengetahuan yang diinginkan di internet. Siswa dapat menggunakan internet untuk mendapatkan semua informasi tambahan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan basis pengetahuan mereka.
Keempat, Teknologi menawarkan media audio-visual yang interaktif pada proses pembelajaran. Presentasi PowerPoint dan perangkat lunak animasi dapat digunakan untuk memberikan informasi kepada siswa secara interaktif. Efek visual yang diberikan membuat siswa lebih tertarik untuk belajar. Selain itu, software ini berfungsi sebagai alat bantu visual untuk para guru dan memfasilitasi siswa untuk melihat informasi secara lebih jelas. Media Interaktif telah terbukti bermanfaat dalam meningkatkan tingkat konsentrasi siswa.
b. Dampak Negatif
Pertama, Penyalahgunaan teknologi yang lainnya adalah pengetahuan untuk melakukan tindak kriminal dan tidak dibenarkan. Seperti yang diketahui bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga mencetak generasi yang berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contohnya dengan ilmu komputer yang tinggi, maka orang akan berusaha menerobos sistem perbankan dan lain-lain.
Kedua, Menurunnya motivasi dan prestasi belajar serta berkurangnya jumlah jam belajar para remaja rela membolos saat jam sekolah demi bermain game di warnet-warnet kesayangannya. Ketiga, TV merupakan salah satu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menampilkan informasi, hiburan, serta banyak hal-hal menarik lainnya. Namun, segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak adalah, kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi. Kita mengetahui bahwa anak suka meniru, dan pada masa tertentu, terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. Sering terjadi jika anak sudah memuja seorang, apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu dianggap baik. Padahal mungkin saja, tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik, apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

2.  INOVASI PENDIDIKAN
Inovasi merupakan sebuah ide, praktek, atau objek yang dianggap sebagai suatu yang baru oleh seorang individu atau satu unit adopsi lain. Semua inovasi memiliki komponen ide tetapi tak banyak yang memiliki wujud fisik, ideologi misalnya. Inovasi yang tidak memliliki wujud fisik diadopsi berupakeputusan simbolis. Sedangkan yang memiliki wujud fisik pengadopsiannya diikuti dengan keputusan tindakan.
Berikut ini contoh-contoh inovasi pendidikan dalam setiap komponen pendidikan atau komponen sistem sosial sesuai dengan yang dikemukakan oleh B. Miles.
  • Pembinaan personalia. Pendidikan yang merupakan bagian dari sistem sosial tentu menentukan personal (orang) sebagai komponen sistem. Inovasi yang sesuai dengan komponen personal misalnya: peningkatan mutu guru, sistem kenaikan pangkat, aturan tata tertib siswa, dan sebagainya.
  • Banyaknya personal dan wilayah kerja. Sistem sosial tentu menjelaskan tentang berapa jumlah personalia yang terikat dalam sistem serta dimana wilayah kerjanya. Inovasi pendidikan yang relevan dengan aspek ini misalnya: berapa rasio guru siswa pada satu sekolah dalam sistem PAMONG pernah diperkenalkan ini dengan rasio 1 : 200 artinya satu guru dengan 200 siswa. Sekolah Dasar di Amerika satu guru dengan 27 siswa, perubahan besar wilayah kepemilikan, dan sebagainya.
  • Fasilitas fisik. Sistem sosial termasuk juga sistem pendidikan mendayagunakan berbagai sarana dan hasil teknologi untuk mencapai tujuan. Inovasi pendidikan yang sesuai dengan komponen ini misalnya: perubahan bentuk tempat duduk (satu anak satu kursi dan satu meja), perubahan pengaturan dinding ruangan (dinding batas antar ruang dibuat yang mudah dibuka, sehingga pada diperlukan dua ruangan dapat disatukan), perlengkapan perabot laboratorium bahasa, penggunaan CCTV (TVCT- Televisi Stasiun Terbatas), dan sebagainya.
  • Penggunaan waktu. Suatu sistem pendidikan tentu memiliki perencanaan penggunaan waktu. Inovasi yang relevan dengan komponen ini misalnya: pengaturan waktu belajar (semester, catur wulan, pembuatan jadwal pelajaran yang dapat memberi kesempatan siswa/mahasiswa untuk memilih waktu sesuai dengan keperluannya, dan sebagainya).
  • Perumusan tujuan. Sistem pendidikan tentu memiliki rumusan tujuan yang jelas. Inovasi yang relevan dengan komponen ini, misalnya: perubahan tujuan tiap jenis sekolah (rumusan tujuan TK, SD, SMP, SMU, SMK disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan tantangan kehidupan), perubahan rumusan tujuan pendidikan nasional dan sebagainya.
  • Prosedur. Sistem pendidikan tentu mempunyai prosedur untuk mencapai tujuan. Inovasi pendidikan yang relevan dengan komponen ini misalnya: penggunaan kurikulum baru, cara membuat persiapan mengajar, pengajaran individual, pengajaran kelompok, dan sebagainya.
  • Peran yang diperlukan. Dalam sistem sosial termasuk sistem pendidikan diperlukan kejelasan peran yang diperlukan untuk melancarkan jalannya pencapaian tujuan. Inovasi yang relevan dengan komponen ini, misalnya: peran guru sebagai pengguna media (maka diperlukan keterampilan menggunakan berbagai macam media), peran guru sebagai pengelola kegiatan kelompok, guru sebagai anggota team teaching, dan sebagainya.
  • Wawasan dan perasaan. Dalam interaksi sosial biasanya berkembang suatu wawasan dan perasaan tertentu yang akan menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. Kesamaan wawasan dan perasaan dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan pendidikan yang sudah ditentukan akan mempercepat tercapainnya tujuan. Inovasi yang relevan dengan bidang ini misalnya: wawasan pendidikan seumur hidup, wawasan pendekatan keterampilan proses, perasaan cinta pada pekerjaan guru, kesediaan berkorban, kesabaran sangat diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kurikulum pendidikan yang disempurnakan, dan sebagainya.
  • Bentuk hubungan antar bagian (mekanisme kerja). Dalam sistem pendidikan perlu ada kejelasan hubungan antara bagian atau mekanisme kerja antara bagian dalam pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan. Inovasi yang relevan dengan komponen ini misalnya: diadakan perubahan pembagian tugas antara seksi di kantor departemen pendidikan dan mekanisme kerja antar seksi, di perguruan tinggi diadakan perubahan hubungan kerja antara jurusan, fakultas, dan biro registrasi tentang pengadministrasian nilai mahasiswa, dan sebagainya.
  • Hubungan dengan sistem yang lain. Dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam beberapa hal harus berhubungan atau bekerja sama dengan sistem yang lain. Inovasi yang relevan dengan bidang ini misalnya: dalam pelaksanaan usaha kesehatan sekolah bekerjasama atau berhubungan dengan Departemen Kesehatan, data pelaksanaan KKN harus kerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat, dan sebagainya.
  • Strategi. Yang dimaksud dengan strategi dalam hal ini ialah tahap-tahap kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan inovasi pendidikan. Adapun macam dan pola strategi yang digunakan sangat sukar untuk diklasifikasikan, tetapi secara kronologis biasanya menggunakan pola urutan sebagai berikut:
  1. Desain
  2. Kesadaran dan Perhatian
  3. Evaluasi
  4. Percobaan.
BAB IV
PENUTUP
 1. Kesimpulan
Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diperlukan bagi kehidupan masyarakat dimana masyarakat dituntut untuk melek terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Pemanfaatan IPTEK harus dimksimalkan secepat mungkin guna terciptanya perubahan-perubahan baru yang lebih hebat. Dalam dunia pendidikan ilmu pengetahuan sangat diperlukan baik itu bagi tenaga pendidik maupun peserta didik. Bagi tenaga pendidik inovasi pendidikan misalnya dalam hal penyampaian materi ajar sehingga muncul metode-metode baru yang lebih menyenangkan bagi peserta didik. Peserta didik juga dituntut agar memanfaatkan canggihnya IPTEK bagi kemajuan daya pikir masing-masing.

2. Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya dan digunakan sebaik-baiknya. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini, tim penulis mohon maaf. Jika ada kritik dan saran yang membangun kami terima agar memperbaiki makalah-makalah berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Hanifah. 1950. Rintisan Filsafat, Filsafat Barat Ditilik dengan Jiwa Timur, Jilid I. Jakarta: Balai Pustaaka.
Conny Seniawan, et. al. 1951. Pendekatan Keterampilan Proses, Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar. Jakarta: Gramedia.
Maunah, Binti. 2009. Landasan Pendidikan. Yogyakarta : Teras. Rifa’i, Muhammad. 2010. Sejarah Pendidikan Nasional. Yogyakarta: Ar-Ruzzmedia.

Komentar